Selasa, 22 November 2011

struktur hewan makalah


TUGAS MAKALAH
STRUKTUR HEWAN

SISTEM EKSKRESI









NURUL HAMDANI
RASIDA
ZULFIANA MULIAWAN
RISDA ULFA WAHYUNI
PUTRI ZASKIA
WIWIK WIDYARTI
RAHMAYANI
ZAINAL ARIFIN
TARIF AZIS
RAHMAT



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2010



anatomi tumbuhan punya nama.


MAHASISWA ANATOMI TUMBUHAN                                         BIOLOGI 5
NO.
NAMA
NIM
POIN
1
NURUL HAMDANI
20403110076

2
PUTRI ZASKIA
20403110077

3
RAHMAT
20403110078

4
RAHMAYANI
20403110079

5
RASIDA
20403110080

6
REZKY ANA ABADI
20403110081

7
RIFKA HERDIYANTI S
20403110082

8
RISDA ULFA WAHYUNI
20403110083

9
RISWANI HARDIYANTI R
20403110084

10
ROSMALA DEWI
20403110085

11
ROYADENTINO
20403110086

12
RUSMAN
20403110087

13
SARAH WIDYA FAUZIAH W
20403110088

14
SARI WULANDARI
20403110089

15
SATRIANI SULAIMAN
20403110090

16
SERLI MARLINA
20403110091

17
SITTI HARDIANTI R
20403110092




    DOSEN

                        
  BAIQ FARATHUL WAHIDAH M. Si


duka-duka+suka-suka praktikum sth


Nama Lengkap                : R a h m a t
Tempat/Tanggal Lahir       : Ujungpandang, 29 Juni 1992
Mobile Number               : 085399334513/ 081543069188
Kelompok                      : I (satu)    
Golongan                      : C
Kelas                          : Biologi 5.6
Asal Daerah                  : Makassar kota
Cita-cita                      : Jadi Anak biologi yang sukses
Hobby                         : jokka keliuran dimana-mana.
Motto                         : belajar terus sampai mampus

Pesan Kesan Selama Praktikum:
*      Pesan
              Pada kesempatan ini merupakan pesan yang saya utarakan kepada asisten yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sosial terhadap praktikan, yaitu ucapan terimakasih atas segala bimbingannya atas segala limpahan dan curahan kasih sayangnya sehingga pada setiap pelaksanaan praktikumnya dapat berjalan dengan lancar dan baik. jasa-jasa kalian tidak akan terlupakan pada kami, kalian adalah kebanggaan kami dan kalianlah penunjuk jalan masa depan kami (mksd.x dibiologi).
*      Kesan
             Awal dahulu ketika pelaksanaan praktikum pertama, hatiku sangat mengalami goncangan yang sangat dahsyat, jantungku hampir terbongkar dan tubuhku serasa takut dengan suasana baru yaitu praktikum sth. owhh tidak bissaa.. (kataku dalam hati). Dan akhirnya semangat itu pun muncul, ketakutan terhadap mesin ketik pun menjadi rasa senang terhadap puluhan lembaran kertas yang telah digoresi tinta dalto yang hitam. sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit yaitu selembar demi selembar kertas, makin hari makin membukit.
             Makin hari Rasa takut akan malaspun merajarela, laporan demi laporan pun malas ku kerjakan, waktu demi waktu seakan memberi cekik pada pemikiranku yang lama dan lama terbayang hingga tidurku. berniat dengan ikhlas dengan bumbu colap dan sedikit contekan, rangka kata demi kata pun kususun menjadi bait bait format laporan hingga kesimpulan kemudian daftar pustaka. Acc min kemudian Acc plus.
             praktikan, praktikum, asisten, dan koordinator, suatu rangkaian pada lembar pengesahan sebagai sah tiket menuju praktikum selanjutnya. minggu demi minggu setiap hari sabtu, STH menunggu. pengamatan penjelasan dan arahan kami terima sebagai masukan, Oleh para asisten dan juga coordinator.serius canda tawa dan mendebarkan yaitu rangkuman dari rasa yang kami rekam pada langit-langit, jendela, meja, dan kursi labolatorium. menjadi waktu-waktu yang menyenangkan adalah praktikum STH. Kenangan yang tak terlupakan menjadi tulisan dalam pariental yang sewaktu akan hilang dan akan datang diwaktu depan.

SUKA DUKA DI PRAKTIKUM STH
     Suka
suka respon, suka praktikum, suka pake mikroskop, suka sama preparat sampai suka sama asisten juga terkadang, suka bikin laporan, suka acc min sampai suka acc plus banyak suka-sukanya.
suatu cerita berawal mula dari hari itu pada waktu yang lalu ketika dimasa lalu respon pertamapun berlalu dengan sukses, sore menjelang magrib ketika di gedung Q lantai 2 berniat pulang dan cek percek terkunci dari luar sampai malampun larut, minta tolong dan berbagai macam bentuk lainnya kami haturkan kepada semua makhluk dan akhirnya dikabulkan dengan pintu dibuka oleh pahlawan kemalaman. menjadi cerita lucu keesokan harinya yang menjadi awal kesan terhadap praktikum ini..
praktikum pun dimulai, saya sebagai pelaku dalam kasus ini berjujur kata bahwa saya salah satu pemalas yang berhasil bangkit dan termotivasi dalam penyelesaian praktikum ini. Oleh teman-teman kerabat dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air pun saya haturkan syukur dan terimakasih kepada kalian. Karena pada dasarnya jikalau bukan karena rasa iri saya terhadap kalian maka saya tidak akan menuliskan dipikiran saya bahwa kenapa ketika kalian bisa mengapa tidak buat sayapun bisa.
sabtu dcmi sabtu, minggu demi minggu, praktikum dengan judul praktikum lainnya, terangkai sebagai hari hari yang tak putus ketika dalam aturannya acc min dan acc plus sebagai password untuk membuka pintu labolatorium bagi saya yaitu tantangan dan petualangan yang ketika terpecahkan akan memberikan kepuasan tersendiri akan rasa keberhasilan pada diri saya. Dan demikian itu merupakan suka saya dengan praktikum sth ini. yang menambahkan rasa cinta saya terhadap biologi.
            Duka
Ketika banyak waktu yang terbuang untuk bermain-main, jalan, main bola, ngumpul sama teman-teman yang habis cuman buat laporan. tetapi dengan jalannya waktu semua terisi dengan canda dan banyak tawa serta rasa ingin akan kesenangan dalam penyelesaian laporan. kekompakan serta rasa sayang yang saling kami haturkan satu sama lain antara teman sekelompok kami merupakan suka dari praktikum ini yang kemudian kami aktualisasi dalam praktikum dilabolatorium. Tiada yang paling mengasyikkan kemudian ketika waktu malam sehari sebelum hari praktikum merupakan malam malam tersibuk dalam hidup dan serasa menjadi malam yang panjang bagiku. bersanding dengan kasur bantal dan bersaing diantara mesin ketik dan kertas serta tipe X itulah kegiatanku dimalam-malam lalu. hati senang hilangkan gunda sebagai semangat yang tertanam selalu dan hingga nanti dimanapun dan kapan pun..

terimakasih banyak..

Senin, 21 November 2011

Jam 3 malam mungkin itu kebodohan.


Fly over Makassar. Disanalah berdiri memandang langit yang bersih dengan awan hitam kemendung-mendungan. Kendaraan lalu lantang memberi kesan pada kota begadang. Bergerk dan menuntun langkah bersegera kesebrang jalan membawa misi. Sentralnya adalah misi tuhan dan local adalah misi untuk umat.

cullang. Addi’n. raisya wana. Herul. Saya sendiri sebagai patriot yang terlelap dngn smangat membara yang tak lgi menghiraukan dinginnya angin, kantuknya malam dan setan yang mungkin bergentayangan.

Kecerdasan bertindak, skil dan pengalaman adalah bagian yang tidak hentinya ditekankan oleh tetuah kami bekerja dengan cepat dan kekuatan yang akurat ditengah malam seperti motto sunyi senyap dan tepat oleh kopasus.


Hal yang positif bahwa untuk malam itu adalah pengalaman yang pertama kalinya. Dan yang kami ketahui adalah kerja kami yang mungkin tidak semua orang pernah melakukannya. Motivasi yang selalu terniang adalah bukan karna hari ini tapi karna kemaren hari. dan hari ini adalah bagian dari hari esok untuk bertindak sebaik-baiknya menuai hasil akan harapan yang akan terwujudkan oleh waktu yang  dimaterialistikkan.

Jam 3 malam mungkin itu kebodohan adalah asumsi yang  terniang dan akan menjadi kenangan yang terhapuskan oleh orang-orang yang jiwanya telah dipatriotkan dengan mental para pahlawan bekerja  penuh dengan keikhlasan hati dan pati terhadap welas kasih. Sebagai idealisme kami yang tak hanya berpikir maka kami ada tetapi dengan melakukan tindakan adalah bukti bahwa kami mencipta.

Senin, 02 Maret 2009

bayi bayian itu bayi tabung !!


Jika Bayi Tabung Menjadi Pilihan
Sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi, program bayi tabung memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan. Apa sajakah itu? Anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Tapi faktanya, tak semua pasutri dapat dengan mudah memperoleh keturunan. Data menunjukkan, 11-15 persen pasutri usia subur mengalami kesulitan untuk memperoleh keturunan, baik karena kurang subur (subfertil) atau tidak subur (infertil).

Kini, seiring makin majunya ilmu dan teknologi kedokteran, sebagian besar dari penyebab infertilitas (ketidaksuburan) telah dapat diatasi dengan pemberian obat atau operasi. Namun, sebagian kasus infertilitas lainnya ternyata perlu ditangani dengan teknik rekayasa reproduksi, misalnya inseminasi buatan, dan pembuahan buatan seperti tandur alih gamet intra-tuba, tandur alih zigot intra-tuba, tandur alih pronuklei intra-tuba, suntik spermatozoa intra-sitoplasma, dan fertilisasi in vitro. Nah, yang disebut terakhir (fertilisasi in vitro/FIV), lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung. Ini merupakan salah satu teknik hilir pada penanganan infertilitas.

Teknik ini dilakukan untuk memperbesar kemungkinan kehamilan pada pasutri yang telah menjalani pengobatan fertilitas lainnya, namun tidak berhasil atau tidak memungkinkan. Artinya, FIV merupakan muara dari penanganan infertilitas. Dalam FIV, spermatozoa suami dipertemukan dengan ovum (sel telur) istrinya di luar tubuh hingga tercapai pembuahan. Menurut Prof Dr Ichramsjah A Rachman SpOG(K), spesialis obstetri dan ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), kehamilan akan terjadi jika semua alat reproduksi berfungsi sebagaimana mestinya. Sebaliknya, jika salah satu alat reproduksi tidak berfungsi, misalnya saluran tuba sang istri mengalami penyumbatan sehingga menghalangi masuknya sperma, maka hal ini bisa menyebabkan sperma dan sel telur tidak bertemu. ''Jika ini yang terjadi, bagaimana bisa terjadi kehamilan. Nah, biasanya karena alasan ini pasutri memutuskan untuk mengikuti program ini (bayi tabung),'' kata Ichramsjah.

Bertahap
Program bayi tabung ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan pendaftaran diri oleh pasutri yang berminat mengikuti program ini. Pada tahap ini, peserta biasanya melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan oleh dokter spesialis dari tim FIV untuk menentukan waktu pelaksanaan program. Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan awal terhadap pasutri, yang meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium. Untuk suami, pemeriksaan fisik meliputi perkembangan seksual dan ciri-ciri seks sekunder, pemeriksaan organ reproduksi lain, kemampuan ereksi, dan ejakulasi.

Sedangkan untuk pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan darah dan urin lengkap untuk menilai ada tidaknya penyakit-penyakit yang bisa mempengaruhi keberhasilan program, misalnya saja penyakit kencing manis (diabetes mellitus), penyakit hati, penyakit tiroid, penyakit ginjal, HIV (jika ada petunjuk ke arah itu), sindrom antifosfolipid, serta infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes, klamidia, mikoplasma). Sementara pemeriksaan pada pihak istri meliputi pemeriksaan perkembangan seksual (payudara dan sebaran rambut), pemeriksaan organ reproduksi, dan pemeriksaan laboratorium (sama seperti yang dilakukan suami). Pada pemeriksaan organ reproduksi, dokter biasanya akan dibantu oleh sejumlah alat canggih seperti ultrasonografi, histeroskopi, dan laparoskopi.

Dengan alat-alat itu, tim dokter bisa melihat keadaan rahim, serta bentuk dan potensi saluran telur. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, istri juga menjalani pemantauan ovulasi. Setelah semua tahap awal selesai dan tidak ditemukan kelainan, maka pasutri ini siap menjalani tahap berikutnya, yaitu mempertemukan sel telur dan sperma dengan menggunakan cawan biakan dibantu mikroskop khusus. Ini semua dilakukan di laboratorium dengan pengawasan yang ketat, sampai terjadinya pembuahan dan perkembangan awal embrio. Pengawasan yang ketat itu dilakukan agar embrio yang masih sensitif tersebut terjaga dari segala macam bentuk gangguan, misalnya saja bau cat, parfum, atau lainnya. Seperti dijelaskan oleh dokter HR Nurhidayat Kusuma SpOG, spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya, Jakarta Selatan, sel telur yang sudah dibuahi dibiarkan 2-3 hari dalam pengeram (inkubator) agar membelah diri menjadi 4-8 sel. Setelah itu, embrio dimasukkan ke dalam rahim, dan proses perkembangan embrio selanjutnya berlangsung seperti kehamilan biasa. Program bayi tabung sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan.

Hal ini tentu patut dipertimbangkan oleh pasutri yang menginginkan anak dan berniat mengikuti program ini. Keunggulan program bayi tabung adalah dapat memberikan peluang kehamilan bagi pasutri yang sebelumnya menjalani pengobatan infertilitas biasa, namun tidak pernah membuahkan hasil. Sedangkan kelemahan dari program ini adalah tingkat keberhasilannya yang belum mencapai 100 persen. Di Indonesia misalnya, tingkat keberhasilan tertinggi program bayi tabung dicapai oleh Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, yaitu 50 persen. Sedangkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencapai 30-40 persen. Kelemahan lainnya adalah, rentang waktu untuk mengikuti program ini cukup lama dan memerlukan biaya yang mahal, berkisar antara 35 juta rupiah - 40 juta rupiah. Satu hal lagi, program ini sering kali tak bisa sekali jadi, sehingga perlu diulang. Selain di Jakarta, program bayi tabung juga sudah bisa dilakukan di beberapa kota lain di Indonesia misalnya, Surabaya (RS Budi Mulya dan RS Dr Soetomo), juga Semarang, dan Yogyakarta.
Jika Bayi Tabung Menjadi Pilihan
Sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi, program bayi tabung memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan. Apa sajakah itu? Anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Tapi faktanya, tak semua pasutri dapat dengan mudah memperoleh keturunan. Data menunjukkan, 11-15 persen pasutri usia subur mengalami kesulitan untuk memperoleh keturunan, baik karena kurang subur (subfertil) atau tidak subur (infertil).

Kini, seiring makin majunya ilmu dan teknologi kedokteran, sebagian besar dari penyebab infertilitas (ketidaksuburan) telah dapat diatasi dengan pemberian obat atau operasi. Namun, sebagian kasus infertilitas lainnya ternyata perlu ditangani dengan teknik rekayasa reproduksi, misalnya inseminasi buatan, dan pembuahan buatan seperti tandur alih gamet intra-tuba, tandur alih zigot intra-tuba, tandur alih pronuklei intra-tuba, suntik spermatozoa intra-sitoplasma, dan fertilisasi in vitro. Nah, yang disebut terakhir (fertilisasi in vitro/FIV), lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung. Ini merupakan salah satu teknik hilir pada penanganan infertilitas.

Teknik ini dilakukan untuk memperbesar kemungkinan kehamilan pada pasutri yang telah menjalani pengobatan fertilitas lainnya, namun tidak berhasil atau tidak memungkinkan. Artinya, FIV merupakan muara dari penanganan infertilitas. Dalam FIV, spermatozoa suami dipertemukan dengan ovum (sel telur) istrinya di luar tubuh hingga tercapai pembuahan. Menurut Prof Dr Ichramsjah A Rachman SpOG(K), spesialis obstetri dan ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), kehamilan akan terjadi jika semua alat reproduksi berfungsi sebagaimana mestinya. Sebaliknya, jika salah satu alat reproduksi tidak berfungsi, misalnya saluran tuba sang istri mengalami penyumbatan sehingga menghalangi masuknya sperma, maka hal ini bisa menyebabkan sperma dan sel telur tidak bertemu. ''Jika ini yang terjadi, bagaimana bisa terjadi kehamilan. Nah, biasanya karena alasan ini pasutri memutuskan untuk mengikuti program ini (bayi tabung),'' kata Ichramsjah.

Bertahap
Program bayi tabung ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan pendaftaran diri oleh pasutri yang berminat mengikuti program ini. Pada tahap ini, peserta biasanya melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan oleh dokter spesialis dari tim FIV untuk menentukan waktu pelaksanaan program. Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan awal terhadap pasutri, yang meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium. Untuk suami, pemeriksaan fisik meliputi perkembangan seksual dan ciri-ciri seks sekunder, pemeriksaan organ reproduksi lain, kemampuan ereksi, dan ejakulasi.

Sedangkan untuk pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan darah dan urin lengkap untuk menilai ada tidaknya penyakit-penyakit yang bisa mempengaruhi keberhasilan program, misalnya saja penyakit kencing manis (diabetes mellitus), penyakit hati, penyakit tiroid, penyakit ginjal, HIV (jika ada petunjuk ke arah itu), sindrom antifosfolipid, serta infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes, klamidia, mikoplasma). Sementara pemeriksaan pada pihak istri meliputi pemeriksaan perkembangan seksual (payudara dan sebaran rambut), pemeriksaan organ reproduksi, dan pemeriksaan laboratorium (sama seperti yang dilakukan suami). Pada pemeriksaan organ reproduksi, dokter biasanya akan dibantu oleh sejumlah alat canggih seperti ultrasonografi, histeroskopi, dan laparoskopi.

Dengan alat-alat itu, tim dokter bisa melihat keadaan rahim, serta bentuk dan potensi saluran telur. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, istri juga menjalani pemantauan ovulasi. Setelah semua tahap awal selesai dan tidak ditemukan kelainan, maka pasutri ini siap menjalani tahap berikutnya, yaitu mempertemukan sel telur dan sperma dengan menggunakan cawan biakan dibantu mikroskop khusus. Ini semua dilakukan di laboratorium dengan pengawasan yang ketat, sampai terjadinya pembuahan dan perkembangan awal embrio. Pengawasan yang ketat itu dilakukan agar embrio yang masih sensitif tersebut terjaga dari segala macam bentuk gangguan, misalnya saja bau cat, parfum, atau lainnya. Seperti dijelaskan oleh dokter HR Nurhidayat Kusuma SpOG, spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya, Jakarta Selatan, sel telur yang sudah dibuahi dibiarkan 2-3 hari dalam pengeram (inkubator) agar membelah diri menjadi 4-8 sel. Setelah itu, embrio dimasukkan ke dalam rahim, dan proses perkembangan embrio selanjutnya berlangsung seperti kehamilan biasa. Program bayi tabung sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan.

Hal ini tentu patut dipertimbangkan oleh pasutri yang menginginkan anak dan berniat mengikuti program ini. Keunggulan program bayi tabung adalah dapat memberikan peluang kehamilan bagi pasutri yang sebelumnya menjalani pengobatan infertilitas biasa, namun tidak pernah membuahkan hasil. Sedangkan kelemahan dari program ini adalah tingkat keberhasilannya yang belum mencapai 100 persen. Di Indonesia misalnya, tingkat keberhasilan tertinggi program bayi tabung dicapai oleh Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, yaitu 50 persen. Sedangkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencapai 30-40 persen. Kelemahan lainnya adalah, rentang waktu untuk mengikuti program ini cukup lama dan memerlukan biaya yang mahal, berkisar antara 35 juta rupiah - 40 juta rupiah. Satu hal lagi, program ini sering kali tak bisa sekali jadi, sehingga perlu diulang. Selain di Jakarta, program bayi tabung juga sudah bisa dilakukan di beberapa kota lain di Indonesia misalnya, Surabaya (RS Budi Mulya dan RS Dr Soetomo), juga Semarang, dan Yogyakarta.