Minggu, 11 Desember 2011

CARA PEMELIHARAAN DAN PENYIMPANAN ALAT LABORATORIUM


PEMELIHARAAN DAN PENYIMPANAN ALAT
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium :
  1. Aman
    Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
  2. Mudah dicari
    Untuk memudahkan mencari letak masing – masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
  3. Mudah diambil
    Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.

FUNGSI CORONG DAN KERTAS SARING


MENYARING BAHAN
Cara menyaring degan menggunakan corong dan kertas saring.
1) Lipatlah kertas saring menjadi empat bagian yang sama! Cara lain yang lebih baik untuk melipat kertas saring adalah dengan melipat kertas saring menjadi setengah bagian, kemudian dilipat sekali lagi, hingga sisi lipatan tidak seluruhnya berimpit (kedua lipatan itu membentuk sudut 3-4o untuk corong yang bersudut 60o). Selanjutnya lipatan dirobek sedikit hinga dalamnyasekitar sepertiga jari-jari kertas saring.
2) Bentuklah kertas saring itu menjadi corong hingga separuh corong itu terdiri dari satu bagian. Yang separuhnya, lagi terdiri dari tiga bagian kertas saring yang terlipat kemudian masukkanlah ke dalam corong! Kertas saring dibuka dan ditempatkan dalam corong. Separuh bagian atasnya harus melekat dengan baik pada corong. Jika tidak melekat dengan baik, maka. sudut kedua lipatan kertas saring harus disesuaikan sehingga ia dapat melekat dengan baik.
3) Berilah beberapa tetes pelarut zat yang akan disaring hingga, corong kertas itu melekat dengan baik pada corong kaca! Atau kertas saring ini dibasahi dengan air dan ditekan dengan telunjuk pada dinding corong hingga bagian atasnya melekat pada corong. Jika kertas saring kertas saring menempel dengan baik, tangkai corong akan berisi penuh dengan cairan selama penyaringan. Jika tangkai corong berisi gelembung-gelembung udara akan menperlambat proses penyaringan.
4) Tuangkan cairan yang hendak disaring dengan perlahan-lahan jangan sampai ada cairan yang tertuang atau meluap di luar kertas saring. Cairan yang akan disaring dituangkan melalui sebuah batang pengaduk ke dalam corong dengan mengarahkan cairan pada sisi corong dan tidak pada ujung kerucutnya. Ujung bagian bawah batang pengaduk harus sangat dekat, tetapi tidak menyentuh kertas saring pada sisi yang berlapis tiga.

PENGGUNAAN MIKROSKOP


PENGGUNAAN MIKROSKOP
Letakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja. Mikroskop yang belum dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan cahaya lampu maupun sinar matahari. Bila menggunakan lampu, arahkan lampu pada jarak kira-kira 20 cm dari mikroskop. Jika sumber cahaya dari sinar matahari, bagian cermin pada mikroskop diarahkan pada datangnya sumber cahaya matahari, misalnya dekat pintu/jendela. 

MACAM-MACAM MIKROSKOP


MACAM-MACAM MIKROSKOP
A.      Mikroskop Cahaya 
Mikroskop cahaya: ”Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga 1000 X”.
 B. Mikroskop Binokuler
Mikroskop binokuler(stereo) mampu memperjelas rincian permukaan obyek karena bayangan yang diperoleh pengamat merupakan pantulan cahaya yang jatuh dipermukaan obyek;perbesaran bayangan obyek mencapai 30x.”
B.  Mikroskop Elektron                
Mikroskop elektron mempunyai daya resolusi (kemampuan daya beda mata manusia) sangat tinggi (0,1 nm), mampu memperbesar bayangan obyek hingga jutaan kali,bayangan benda dilihat pada layar monitor.      

BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP


BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya. berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:
Lensa Okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
Lensa Objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
Tabung Mikroskop (Tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
Makrometer (Pemutar Kasar), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
Mikrometer (Pemutar Halus), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.